RSS

Banyak Cara Mengubah Kemunkaran

03 Sep

عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

[رواه مسلم]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.

(Riwayat Muslim)

Hadits di atas mungkin sudah sangat akrab di telinga kita, akan tetapi tidak semua orang mampu menerapkannya karena berbagai macam kendala terlebih jika obyek yang ingin diingatkan adalah orang yang kedudukannya mungkin “lebih” dari segi usia, status sosial dan pertimbangan lain misalnya bukan orang yang kita kenal.

Seringkali saya menemui orang yang merokok dengan nikmatnya sementara di sebelahnya terbatuk batuk karena pernafasannya terganggu. Ketika kondisi keimanan saya sedang baik, saya bisa tegas meminta tolong perokok untuk berhenti merokok. Alhamdulillah dengan izin Allah perokok tersebut mau “bekerja sama” dengan saya. Namun tidak selamanya niat baik kita mengingatkan orang lain selalu disambut baik. Pernahkah Anda membayangkan mengingatkan orang untuk tidak merokok (tidak dengan kata kata tapi gerakan menutup hidung dengan sapu tangan / tissue) kemudian orang itu malah meniupkan asapnya ke arah kita kemudian berkata dengan nada sedikit membentak “Tidak kuat asap rokok??? PAKAI MASKER DONG!!!” mendengar perkataan bapak tersebut terus terang saya jadi tambah tersiksa. Tapi biarlah, setidaknya kewajiban saya mengingatkan sudah saya jalankan. kalau yang bersangkutan tidak mau…saya merasa sudah lepas tanggung jawab.

Masih tentang mengubah kemunkaran…ternyata tidak hanya membutuhkan keberanian tetapi juga kreativitas atau strategi. Ibu saya pernah bercerita, jaman Ibu masih kecil, bioskop sering menjadi tempat berbuat maksiat bagi para pasangan “ilegal”. Mungkin karena suasana dalam bioskop cukup “kondusif”. entahlah. Semoga sekarang tidak lagi (terus terang sudah lebih dari 10 tahun tidak ke bioskop). Sebenarnya kondisi tersebut meresahkan, namun belum ada langkah konkrit yang benar benar efektif sampai saat itu tiba…Entah kapan itu, terdapat berita yang cukup heboh. Baru separuh film diputar para penonton sudah berhamburan keluar biskop. Ruang pemutaran film pun kosong dalam hitungan menit sehingga niat orang orang yang tak bertanggung jawab untuk bermaksiat di dalam bioskop tak sempat terlaksana.

Bagaimana itu bisa terjadi? Beberapa waktu setelah kejadian itu berlangsung. Ada seseorang tetangga Ibu (mungkin seumuran kakek saya) bercerita kepada Ibu. Sebut saja Pak Fulan (bukan nama sebenarnya) sangat risau dengan kemaksiatan dalam bioskop. Kemudian beliau membuat “ramuan” yang terdiri atas * maaf * kotoran ayam yang cair dan sekumpulan lalat hijau yang masih hidup. “bahan bahan” tersebut diwadahi dalam botol (kira kira seukuran botol kaca softdrink) dan dikocok.(Dont try this at home)🙂. Pak Fulan pun ikut membeli karcis dan duduk sebagai penonton di dalam gedung bioskop. Pak Fulan menunggu hingga bangku mulai terisi penuh dan penonton sekiranya sudah dalam kondisi yang PW alias “nyaman”. Ia mengocok kembali, membuka tutup botol dengan cepat keudian segera keluar dari ruang pemutaran film. Benar saja, lalat-lalat berhamburan dari botol dan mulai “menclok” hinggap ke para penonton. Para penonton tidak hanya terganggu dengan gerakan lalat tetapi juga “aroma” khas yang dibawa lalat tersebut. Para penonton pun berhamburan berebut keluar dari bioskop.

Saya terpingkal mendengarnya. Meskipun terkesan jorok dan tidak sopan, saya akui itu ide brilian😀.kalo di Stand up comedy istilahnyha dapat “KOMPOR GAS”
Hehe tetapi bukan begitu mungkin ya cara mengubah kemungkaran yang baik…

Pak Fulan kini telah tiada. Namun saya membayangkan…jikalau CERITA DI ATAS terulang kembali, tentulah bukan Pak Fulan pelakunya.

Nah…kira kira bagaimana cerita teman teman tentang mengubah kemungkaran?

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada September 3, 2012 in akhlak

 

Tag: , , , , , ,

3 responses to “Banyak Cara Mengubah Kemunkaran

  1. faziazen

    September 4, 2012 at 2:00 am

    10 tahun tidak ke bioskop?

     
    • wika prima

      September 4, 2012 at 3:12 am

      @faziazen, terakhir ke bioskop skitar tahun 2000. nonton home alone3 ato apa ya wktu itu.hehe berarti lebih dari 10 tahun ya

       
      • faziazen

        September 5, 2012 at 4:09 am

        hehehehhee

         

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: