RSS

Body Guard itu Bernama Hijab

04 Okt

Ada banyak cerita seru seputar pengalaman tentang hijab. Saya pun tidak akan segan untuk membagi sejarah bagaimana saya berupaya untuk bisa berhijab.

Seingat saya, keinginan untuk berhijab secara istiqomah baru muncul ketika kelas 3 SMP.  Keinginan tersebut tidak berdasar apa-apa ( keluarga tidak menyuruh, kewajiban berhijab belum mengerti , dll) semacam ingin saja. Rencananya, saya bermaksud berhijab ketika masuk SMA sekalian dengan seragamnya. Astaghfirullah ternyata keinginan saya cuma sekedar keinginan, bukan Niat yang sungguh sungguh. sehingga keinginan tersebut belum terwujud ketika masuk SMA. Padahal teman-teman saya waktu SMP sudah  memulai untuk berhijab. tapi entah saya cuek saja. bahkan semakin asyik mengikuti berbagai macam aktivitas yang saya sukai seperti ikut ekskul Pers Sekolah(majalah dinding), Pecinta Alam, Seni Rupa, dll

Beberapa bulan menjelang naik kelas II SMA saya teringat kembali keinginan di masa lalu tersebut. Hal yang pertamakali saya lakukan adalah mengatakan keinginan saya pada Mama (minta doa restu dan…dukungan materi khususnya hehe…terutama untuk membuat seragam baru).ternyata sodara sodara…saya belum mendapat ACC untuk bisa berhijab. Saya ingat betul kata kata Mama waktu itu “Tingkahmu kayak gitu kok njaluk kudungan” (Kelakuan mu seperti itu kok minta berkerudung😦 ). Rasanya pengen nangis waktu Mama bilang gitu. tapi bener juga sih. Saya suka manjat pagar sekolah, manjat pohon jambu di depan rumah(sekarang uda dibunuh hiks), manjat atap bangsal parkir SMA saya (ada sekitar ketinggian 10 meter), bergelantungan di fly over jalan gajahmada yang dekat Joging Track Mojokerto. dan berbagai macam pelanggaran etika pergaulan (tapi gak sampai pergaulan bebas lho). Sejak saat itu saya tidak mau mengajukan proposal berhijab lagi kepada Mama. ya wes lah. semacam pasrah.

Ketika naik kelas 2  SMA saya bertemu dengan beberapa teman yang sangat baik, kompak, akrab. 7 diantaranya paling sering bersama dalam hal letak tempat duduk, tugas sekolah, main,dll. sehingga  kami berinisiatif menamainya G8 (Genk 8). Suatu hari seusai pelajaran olah raga, kami lewat laboratorium fisika yang kacanya terpantul seperti cermin (secara…wanita gitu loh, suka banget bercermin🙂 ). Salah seorang teman saya yang bernama R terlihat membetulkan kerudungnya sambil nyeletuk “Wah rambutku kelihatan” dalam beberapa detik kerudungnya rapi kembali. Saya pun yang waktu itu memang belum berhijab ikutan nyeletuk bermaksud bercanda. ” Wah rambutku dari tadi kelihatan”. sesuatu yang tidak Saya duga, Saudari R menjawab “Waah tidak bisa mencium bau surga” (JLEBB… asli saya bergetar dengar kata katanya).Secara tiba tiba saya tidak mood lagi bicara sama si Saudari R langsung menghindar dan lari ke kelas. Tetapi kata kata tersebut saya simpan di dalam pikiran dan ketika pulang sekolah saya langsung pergi ke perpus kabupaten yang letaknya cukup dekat sehingga tinggal menclok aja😀  saya mencari banyak buku dan subhanallah saya menemukan banyak buku yang menjawab pertanyaan saya selama ini. Ternyataaa…Berhijab itu Wajib sama kayak Sholat.

Rasululloh SAW bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLOH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Dalam berpakaian, bukan hanya memakai jilbab. Tapi juga menghindari pakaian yang tipis atau ketat yang memamerkan bentuk tubuh.

Hadis riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh SAW berpaling darinya dan berkata:“Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya..”[An Nuur:31]

DAlam beberapa hari setelah membaca buku tersebut, ada beberapa perubahan pada diri saya. Tebak apa? Berhijab ? ternyata belum Sodara! saya mulai membatasi diri dalam pergaulan, gak mau jabat tangan / nyentuh laki laki yang bukan mahram, pake kaos kaki walo belum kerudungan, lebih menertibkan sholat, menjaga tutur kata dan perbuatan. tapi rasanya masih ada yang kurang. Apakah itu? yak saya belum berhijab. konyol sekali rasanya. saya nekat saja kalo keluar (tidak sekolah) saya pake kerudung, tapi kalo sekolah tidak pakai. begitu terus buka tutup kerudung sampai suatu saat Mama semacam kasihan sama saya sehingga Alhamdulillah, Saya bisa pakai seragam yang menutup aurat keesokan harinya.:)🙂🙂😀

BAnyak berkah dari perubahan penampilan saya. dari belum berhijab menjadi berhijab.

1. Saya merasa lebih percaya diri, bebas  bergerak tidak khawatir kalo gerak kesini kesitu ada bagian tubuh yang kelihatan

2. Teman teman cowo jadi sungkan untuk gangguin / ngerjain saya seperti waktu belum berhijab. Alhamdulillah

3. Ada teman yang biasanya ngomongnya kasar, misuh misuh tiba tiba jadi sangat sopan dan halus banget. waw surprise deh B-)

4.  Ini yang buat aku terharu… :’) tidak ada lagi yang meragukan agama saya.  dulu waktu belum berhijab kadang yang gak sungkan tanya ke saya “Satwika muslim, kan? (dengan nada ragu, semacam gak yakin kalau saya muslimah)

5.jadi semakin semangat untuk memperdalam ilmu agama dan ibadah

6. tidak sungkan lagi untuk menolak ajakan yang tidak sesuai dengan prinsip yang saya yakini (ex : saya jadi bisa lebih tegas menolak jabat tangan dengan cowo dll)

7. banyak teman diskusi agama yang tidak sungkan untuk mengingatkan saya untuk menuju kebaikan

8. lebih santun, mungkin karena saya harus berupaya menjaga image muslimah yang berhijab, tetapi bukan sekedar Jaga Image tetapi memang begitulah seharusnya akhlaq muslim

dll yang jelas semacam punya body guard yang bisa menjaga diri saya dari gangguan di dunia dan insyaALLAH terlindung juga dari api neraka

Cerita belum berakhir…setiap perbuatan pasti ada konsekwensinya. Berhijab bukan akhir dari cerita saya, karena setelah memulai maka yang harus dilakukan adalah istiqomah mempertahankannya baik dari segi pemahaman maupun dari segi perbuatan. ketika itu,,,citra Islam sedang cukup buruk mengingat adanya kejadian BOM Bali yang menyudutkan umat Islam sebagai dalang dan pelakunya. Orang tua Saya terutama Mama benar benar khawatir sehingga selalu menanyai tentang pengajian saya bahkan kadang melarang saya ikut suatu kajian. Parahnya saya dianggap ikut aliran yang aneh aneh mengingat kerudung saya yang semakin besar ajah(tidak bermaksud membesar besarkan tapi kan emang harus manutup dada dan menghindari terlihatnya bentuk tubuh). tapi untuk apa saya menangis atas tuduhan tersebut? toh juga tidak benar. memang inilah seni kehidupan. ingin menjadi lebih baik pun ada cobaannya.

tetapi apapun cobaan itu adalah sarana untuk mengetahui sejauh mana kesungguhan kita dalam menjalankan perintahNya. Semoga yang sudah berhijab semakin istiqomah, dan yang belum mendapat hidayah dan kemudahan untuk berhijab

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 4, 2011 in Uncategorized

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

3 responses to “Body Guard itu Bernama Hijab

  1. @theonlynelly

    Oktober 5, 2011 at 1:50 am

    Semangat ya ukh, PR kita nambah: membuat orang sadar bahwa hijab ini sama wajibnya kayak sholat & ini bukan baju istri teroris! I love you ‘coz Allah :’)

     
    • wika prima

      Oktober 5, 2011 at 9:17 am

      Nelly …잘 지내셨어요 ? ya…selain semangat juga harus senantiasa berupaya melakukan perbaikan pd diri sendiri…wew beneran nih? ntar mr.hard mboten cemburu nih.hehe. ya sama2 i feel so lucky to hv a nice sister like 언니 Nelly. Alhamdulillah

       
  2. faziazen

    Agustus 13, 2012 at 1:31 pm

    iya..berhijab juga lebih adem…dan alhamdulillah salah satu alsan suami mengkhitbah karena aku berhijab
    telat juga sih..baru pake sejak umur 19 (harusnya sejak aqil balig ya)..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: