RSS

Menghadapi Persoalan Hidup

21 Jul

Tips Menghadapi Persoalan bagi Hati

Setiap manusia pasti pernah mengalami persoalan dalam hidupnya. Namun, tidak semua manusia mampu  menghadapi persoalan tersebut dengan baik sehingga  terkadang  persoalan yang seharusnya ringan menjadi semakin parah bahakan tidak selesai. Lalu apakah yang dapat dilakukan untuk menghadapi persoalan tersebut ? Sesungguhnya selesainya  suatu persoalan adalah karena kehendak ALLAH. Akan tetapi manusia memiliki tugas besar untuk berikhtiar menghadapi persoalan tersebut. Berikut tips tips menghadapi persoalan :

Siap

Pada hakikatnya semua pilihan pasti memiliki resiko. Resiko itu ada kalanya disukai dan ada kalanya tidak disukai. Di sinilah, sebagai manusia harus berusaha siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Ketidaksiapan dalam menghadapi suatu masalah seringkali mengakibatkan penyesalan mendalam, tekana n batin dan berbagai perasaan bertemakan penderitaan. Bersiap dengan segala kemungkinan artinya manusia yakin bahwa apapun keputusan Allah atas hidup manusia selalu ada hikmahnya. Segala sesuatu yang disukai belum tentu baik untuk manusia sedangkan segala sesuatu yang tidak disukai belum tentu butuk untuk kita. Allah berfirman dalam Surat Al Baqoroh : 216 yang artinya :

“ Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu.  Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”

Ridho

Ketika manusia menghadapi persoalan yang cukup sulit hal yang harus dilakukan adalah berusaha mengelola hati  agar bisa ridho atau menerima  peristiwa yang telah terjadi.  Hati yang ridho terhadap ketetapan Allah bukan berarti pasrah tanpa ikhtiar. Ridho akan kehendakNya merupakan implementasi atas keyakinan bahwa pada dasarnya manusia hanya bisa berikhtiar sekuat tenaga sedangkan hasilnya ALLAH yang menentukan karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

Tidak mempersulit diri

Ketika mendapat suatu nikmat, manusia sangat jarang bersyukur  maka tak heran  ketika mendapatkan masalah, manusia suka berkeluh kesah bahkan mendramatisir keadaan. Padahal ketika suatu masalah didramatisir, keadaan akan semakin sulit dan jauh dari jalan keluar. Allah memberikan suaut ujian pasti sesuai dengan kadar kemampuan hambaNya.  Dalam cuplikan Surat Albaqoroh : 286 Alla berfirman yang artinya :

“ Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Sesungguhnya Allah menguji manusia untuk membuatnya dewasa dan matang dalam menghadapi tantangan hidup selanjutnya. Saya teringat suatu nasihat dari salah seorang kawan :

satu hal yang membuat kita dewasa adalah masalah

satu hal ang membuat kita maju adalah usaha

satu hal yang membuat kita hancur adalah berputus asa

satu hal yang membuat kita semangat adalah harapan

Harapan itu selalu ada, maka tiada alasan untuk berputus asa dari Rahmat Allah.

 

Pada hakikatnya setiap kesulitan selalu datang bersamaan dengan  kemudahan. Dalam Alquran, Allah menegaskan pernyataan tersebut 2 kali yakni pada Surat Al Insyiraah (surat ke 94),ayat ke  5 dan 6 yang artinya

“ Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, (5). Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (6)”

Apabila disadari dalam 1 kesulitan terdapat banyak nikmat. Sayanngnya, manusia tidak tau dan tidak mau tau seakan terfkus pada penderitaanya yang terkadang tidak seberapa dibanding siksa neraka. Dunia memang tak seindah surge namun juga tak seseram neraka. Berusahalah menikmati setiap episode dalam kehidupan kita. Setiap  kadar masalah tergantung pada perasaan atau sikap kita dalam menghadapinya. Jadi untuk apa terpuruk dan terperangkap dalam lembah penderitaan yang diakibatkan karena mempersulit diri sendiri.

 

Evaluasi dan introspeksi

Setiap episode kehidupan adalah nasihat berharga.  Untuk mencari makna dari itu semua ,hal yang harus dilakukan adalah introspeksi diri atas masalah yang menimpa. Musibah yang menimpa kebanyakan terjadi akibat perbuatan diri sendiri jadi untuk apa menyalahkan orang lain?

Saya mengambil contoh.  Saya pernah kehilangan sandal  di masjid Terminal Kertajaya, Mojokerto. Sempat terbersit dari pikiran saya, dari semua jamaah yang sholat di  masjid saat itu, mengapa hanya saya yang kehilangan. Pencurinya ini kejam sekali padahal saya sedang butuh sandal tersebut. Kemudian saya merenung. Astaghfirullah…Mungkin selama ini saya memang kurang berbagi, sehingga akhirnya apa yang dititipkan Allah pada saya diambil juga. Mungkin juga selama ini saya juga suka menyianyiakan sandal saya. Sehingga Allah mengambilnya dan menyerahkan pada orang yang bisa menjaga sandal tersebut dengan lebih baik lagi.

Saya semakin mantab dan yakin bahwa setiap perbuatan itu pasti ada balasannya. Allah berfirman dalam surat Al Zalzalah ayat 7 dan 8 yang artinya :

“maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah (benih sawi), niscaya dia akan melihat balasannya(7), dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat  zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya (8)”

Sarana evaluasi bukan untuk membuat seseorang mempersalahkan diri saja tetapi juga untuk mengambil hikmah dan berusaha menyikapi  setiap masalah dengan benar. Isa jadi sumber asalah itu ada pada diri kita sendiri. Sehingga kita harus banyak banyak beristighfar karena istighfar (taubat ) yang diterima ALLAH akan mengantarkan kita pada jalan keluar  atas masalah kita.

“Barang siapa memperbanyak istighfar, maka akan diberi kelapangan dalam setiap kesusahan dan jalan keluar dari kesempitan. Dan dianugerahi rezeki dari jalan yang tiada disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).

Orang beriman itu sungguh luar biasa. Ketika mendapat kebaikan ia bersyukur dan ketika mendapat musibah ia brsabar dan introspeksi.

Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Apapun yang terjadi sikapilah masalah dengan baik, buatlah kata kata penyemangat atau affirmasi positif . karena sesungguhnya hal itu menunjukkan bahwa kita yakin ada jalan keluar atas masalah yang ada.

 

Memohon pertolongan Allah

Doa merupakan sarana komunikasi antara hamba dengan pencipta. Selain itu doa juga merupakan wujud ketaqwaan dan ketergantungan hamba terhadap Penciptanya. Sesungguhnya manusia itu lemah tanpa pertolongan dari ALLAH. Mintalah pertolongan pada Allah. Karena semua hanya akan terjadi atas kehendak ALLAH. Memohon pertolongan Allah tentu harus disertai implementasi ketaqwaan kepadaNya  dengan tata cara yang diridhoiNya.

Dalam cuplikan Surat At Thalaq (surat ke 65)  ayat 2 dan 3 Allah berfirman yang artinya…

“…Barang siapa bertaqwa kepada ALLAH niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya (2)dan  Dia memberinya rezki dari arah yang tidak disangka sangkanya. Da barang siapa bertawakkal kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan mencukupkan keperluannya….(3)”

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 21, 2011 in renungan islam, wika prima

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: