RSS

Hukum Merokok

11 Mar

(A.N.) Pertama tama saya mohon maaf terhadap para perokok. saya tidak bermaksud memojokkan hanya mengungkap sedikit fakta. Saya bukan sok tahu tapi saya yakin para perokok itupun “sangat ingin menghentikan “ kebiasaan merokoknya. Begitu pula dengan orang orang yang sudah terbiasa hidup dari rokok. Saya tahu dan mengerti benar bahwa mereka memiliki niat baik untuk menafkahi diri dan keluarga. tetapi yakinlah bahwa Allah Maha Kaya. Ketika meninggalkan sesuatu untuk mendapat Ridho Allah (tentu dibarengi dengan cara yang dibenarkan Sang Pencipta) maka ALLAH akan mengganti dengan yang lebih baik karena rizki akan datang dari arah yang dikehendakiNya.

Hukum merokok dalam Islam menurut opini sebagian masyarakat kita adalah makruh. Padahal, dampak rokok telah sangat mengkhawatirkan. Banyak kalangan menanti-nanti keluarnya fatwa yang lebih keras terhadap rokok.


Fatwa MUI: Merokok Haram

Di awal 2009, akhirnya MUI mengeluarkan fatwa tentang keharaman merokok. Sayangnya, fatwa haram tidak berlaku menyeluruh, hanya terbatas pada empat kriteria, yakni anak-anak, wanita hamil, merokok di tempat umum, dan merokok bagi pengurus MUI sendiri.

Banyak pihak meragukan efektivitas fatwa haram merokok yang setengah-setengah ini. Betapa tidak. Lelaki dewasa tidak termasuk dalam kategori yang diharamkan merokok.

Padahal, 80 persen perokok disinyalir adalah lelaki dewasa. Sementara jumlah wanita perokok cuma empat persen. Jumlah wanita hamil yang merokok jauh lebih sedikit dan tidak signifikan.


Hukum Merokok dalam Islam

Para perokok berat cenderung membantah keharaman merokok. Alasannya, tak ada dalil khusus tentang merokok dalam Al Quran sebagaimana dalil tentang minuman keras dan babi yang jelas-jelas terlarang.

Bagaimana sesungguhnya hukum merokok dalam Islam? Benarkah dalil tentang keharaman merokok tidak tercantum dalam Al Quran, kitab suci umat Islam yang katanya paling lengkap dan mencakup segala problematika umat manusia? Sesungguhnya, banyak sekali dalil yang dapat dijadikan landasan untuk mengharamkan rokok. Mari kita telaah satu-persatu:


1. Merokok Itu Buruk

Setiap orang yang ditanya dan diminta menjawab dengan jujur tentang baik buruknya merokok, niscaya ia akan menjawab bahwa merokok itu buruk. Banyak fenomena di masyarakat yang menandakan bahwa merokok itu buruk. Di sana-sini, kita dapati larangan merokok. Entah itu di rumah sakit, sekolah, masjid, ruang pertemuan, dan sebagainya.

Para perokok juga umumnya tak ingin anaknya mengikuti jejaknya menjadi perokok. Pabrik-pabrik rokok pun mengakui keburukan produk mereka dengan mencantumkan bahaya rokok pada kemasan rokok.

Semua orang, baik pembenci rokok, perokok berat, maupun pengusaha rokok telah sepakat mengenai keburukan rokok. Segala hal yang buruk itu diharamkan oleh Allah swt. Ini tercantum dalam Al Quran Surat Al A’raf: 157. Semua yang baik itu halal. Dan semua yang buruk adalah haram.


2. Merokok Itu Membinasakan

Rokok merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Data WHO menunjukkan ada satu orang manusia meninggal dunia setiap 6 detik gara-gara rokok.

Rokok dapat berakibat gangguan pernafasan, penyakit jantung, impotensi, kanker, dan berbagai penyakit lain yang berujung pada kematian. Bahaya rokok sebagai pembunuh yang meracuni tubuh manusia juga telah disetujui semua dokter dan ahli medis di seluruh dunia.

Merokok sama dengan membunuh diri sendiri secara perlahan-lahan. Padahal, Allah sangat melarang hambanya untuk menjatuhkan diri dalam kebinasaan (Al Quran Surat Al-Baqarah: 195).


3. Lebih Banyak Mudharat daripada Manfaat Rokok

Ada sebagian kalangan berpendapat bahwa rokok tak melulu merugikan. Rokok juga memiliki segi positif. Bagi pemerintah sendiri, industri rokok adalah penyumbang pemasukan negara yang tak sedikit. Maka mereka enggan untuk bersikap tegas terkait keharaman merokok.

Pemerintah lupa bahwa kelak mereka harus menderita kerugian yang berlipat-lipat karena harus membiayai jutaan warga negara yang sakit parah gara-gara rokok. Sungguh naif jika kita enggan menerima dalil keharaman merokok hanya lantaran rokok dianggap masih memiliki manfaat. Karena jika dibandingkan dengan mudharatnya, manfaat rokok hanya sepersekian persen saja.

Dalam kaidah fikih Islam, mencegah bahaya atau kemudharatan itu lebih utama ketimbang mengedepankan manfaat. Dalam Al Quran Surat Al Baqarah: 219, Allah mengambil contoh minuman keras dan judi yang mengandung mudharat sekaligus manfaat.

Namun karena unsur mudharat jauh lebih banyak ketimbang manfaat, maka hukum minuman keras dan judi menjadi haram. Dalil ini dapat kita terapkan pada rokok.


4. Merokok Dapat Membahayakan Diri Sendiri dan Diri Orang Lain

Dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan Baihaqi dan Al-Hakim, Rasulullah melarang umatnya membahayakan diri sendiri dan orang lain. Rokok yang dihisap seseorang di tempat umum tak hanya membahayakan dirinya sendiri, namun juga diri orang lain yang ikut menghisap asap rokoknya. Orang lain jadi ikut merokok atau menjadi perokok pasif.

Padahal, tahukah Anda bahwa perokok pasif menanggung risiko bahaya tiga kali lipat lebih besar daripada perokok aktif? Berdasarkan penelitian, dari zat-zat racun yang terkandung dalam sebatang rokok, hanya 25% yang masuk ke tubuh si perokok. Sisanya sebesar 75% menyebar dan meracuni tubuh orang-orang di sekeliling si perokok.

Dalam Al Quran Surat Al Ahzab: 58, Allah melarang keras hamba-Nya menyakiti atau mengganggu sesama mukmin yang tak bersalah. Sungguh dzalim orang yang merokok di tempat umum. Ia tak sekadar mengganggu orang lain dengan asap rokoknya, tapi juga menyebar racun untuk membunuh orang-orang tak bersalah.

(A.N) Saya mengamati memang orang yang merokok terlihat lebih kuat, pekerja keras tetapi saya juga mengamati betapa buruk kondisi kesehatan keluarga atau teman yang sering terpapar asap rokoknya. Jika perokok memang sayangkeluarga sebaiknya ia berusaha meninggalkan rokok tersebut. saya tahu memang tak mudah, tetapi jika sudah niat maka semua akan mungkin terjadi.

5. Merokok Adalah Pemborosan

(A.N.) Saya mengamati  iklan rokok itu bagus bagus, tak ada yang mengajarkan untuk merokok atau beli rokok bahkan menunjukkan bahaya menggunakan rokok.

Orang yang telah kecanduan rokok rela menghabiskan uangnya untuk membeli rokok dan mengabaikan kebutuhan lain yang lebih penting. Ini adalah sebuah pemborosan, satu bentuk perbuatan setan yang dilarang Allah swt dalam Al Quran Surat Al Isra’: 26-27.

Dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan At-Tirmidzi, Rasulullah menyebutkan empat perkara yang yang harus dipertanggungjawabkan umatnya kelak di hari pengadilan. Salah satunya adalah tentang harta, dari mana asalnya dan dibelanjakan untuk apa.

Bayangkan bagaimana nasib seorang perokok di akherat nanti, ketika harus menjawab bahwa hartanya dibelanjakan untuk membeli rokok. Hartanya habis untuk membeli penyakit dan kematiannya sendiri. Naudzubillah min dzalik.


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 11, 2011 in akhlak

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: